Your Ad Here

Senin, 22 Maret 2010

Catatan Nggak Penting

Sebelumnya maafkan aktifis blogger yang hina ini karena lama nggak posting. Nggak ada niat juga si kali ini. (o”)
Teman-teman, tadinya aku mau nulis banyak-banyak tanpa dipublish. Yuhu, semacam nulis dalam diary yang dijaga ketat oleh gembok 25 karat. Dan aku udah nulis 0,39 % dari rencana. Ahahahahh sampai mana tadi?
Oh iya aku nulis di sini karena kak Dini yang minta! Dia pengen baca sesuatu dari blogku. Roarrrrrrrrrrrrr, aku juga bingung nih mau nulis apaan!! Ada ide, Ratu? Otakku mencret nih.

Catatan nggak penting. Ehmm, oke judul ini terintimidasi oleh tulisanku yang memang nggak penting. Nggak ada arah. Nggak ada topik yang dikemas secara khusus seperti blognya Alyssa Soebandono. Semisal : Hari meninggalnya Mbah Surip, dia tulis semuanya tentang kenangan Mbah Surip. Hari ibu, dia tulis tentang kasih sayang seorang ibu. Hari ulang tahun Ayahnya, juga begitu.

Dan aku? Aku hanya bisa menulis disaat otakku sedang diare disaat menemukan hari-hari yang gak penting. Karena saat itulah aku bisa berkhayal tentang segala sesuatu. Berasa ‘Spongebob Dalam Kardus’ gituuuuu. :D Tahu nggak, karena episode menggelikan itu… Aku dan adik-adikku tersayang ampe nyari-nyari kardus bekas segede gentong, niruin gayanya si makhluk kotak yang bersiul-siul ketika berimajinasi dirinya berada di stadion, nonton bola.
(that's imagination)
Oh ya, tepat jam segini, saat aku lagi nulis paragraph nggak jelas ini, ada pertandingan sepak bolaaaaa!! Zzzzzzzzzzz. Curhat dulu ah… Timeline twitter-ku dimeriahkan ‘MU vs Liverpool’. Hanya aku seorang kayaknya yang nggak ngerti. Hiyahhhh. Kebanyakan nonton anime! :S

“Yahh.. M.U menang.... 2-1. hikss.... Tp gpp. Tetep dukung Liverpool!!!”
“Full time. Man Utd 2 - 1 Liverpool. Congratulations United, looking forward to get the better of you next season,”
“MU menang 2-1 atas Liverpool. Pecah telor. Glory?
What? Aku kebingungan. Nge-RT pun ogah. Kehilangan selera buat internetan deh. Adohh.
“Ya udah, kalo nggak ngerti diem aja... heheheeheh,” said Ratu.

Tersirat dalam hati. Jadi ingin meresmikan hari ini sebagai Hari ‘Nggak Penting’ Sedunia. Ohh, andai dari dulu aku mengerti bola. Ngerti kenapa orang rebutan bola dan menyepak-nyepaknya ke sebuah jaring aneh hanya untuk mencetak angka. Ngerti kenapa benda segede kepala itu bisa ditemukan manusia. Penemunya orang Cina, ini kata Sepp Blatter, Ketua Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Arrrgghhh… suatu saat nanti akan kuciptakan pertandingan sepak kotak!!!!!! Udah ah :D Keep writing, Ji!

Sekarang aku pengen curhat tentang Cinta, meskipun hari ini bukan hari Valentine. Krik krik krik.
Cinta tidak hanya dikategorikan untuk sepasang pengantin. Cinta tidak hanya dirasakan seorang Triannisa Hartami pada Sepatu Merah. Cinta tidak hanya diungkapkan Kate Winslet yang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan Leonardo DiCaprio di kapal naas Titanic. Ngomong-ngomong soal Titanic, aku benci banget loh sama Kate Winslet.. Kenapa si semua cowok harus tergila-gila sama dia? Kenapa dia bisa dapet lawan main seganteng Leonardo? Cih. Padahal Kate nggak cakep-cakep amat. Tanggung. Manis nggak. Cantik nggak. Kiut nggak. Aku kenal juga nggak. ADUH TOLONG HENTIKAN EMOSIKU!
(nggak cocok kan?)

Hmm. Baik. Di paragragf ini otakku mulai bekerja stabil. So, guys, apa yang kalian ketahui tentang cinta?
Cinta adalah ketika kamu masih bersamanya karena terjerat rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Ketika kamu masih bisa menerima kesalahannnya karena itu adalah bagian dari kepribadiannya. Ketika kamu rela memberikan hatimu, kehidupanmu, dan kematianmu. Ketika hatimu tercabik bila ia sedang bersedih. Ketika kamu menangis atas kepedihannya biarpun ia cukup tegar. Ketika kamu ikut terluka bila ia sakit. Cinta adalah suatu yang absurd and unexplain. Tetapi yang terpenting mencintai adalah anugerah Allah SWT.. Cinta saling memberi dan menerima dengan segala keikhlasan hati,
Salam cinta,
Meong-meong
(keren kan, kucingku?)

Terimakasih untuk kucing kesayanganku yang bersedia bertutur kata.
Oh ya perkenalkan, teman-teman. Itu tadi kucingku, Breketek Brewell namanya. (terinspirasi dari sinema alay indosiar)
Doggy      : “Wih.. keren-keren,”
Stuart       : “Pinter banget si kamu, Tek.”
Breketek  : (bangga) "Kucing kan bisa fallin in love juga."

Oke.. stop!! Hentikan percakapan binatang.
Back to Cinta. Cinta dimulai saat seseorang (katakanlah Evan Palay) berkata kepada seorang yang lain (katakanlah Dini Novianti) :
“Hah! Lo ngalamin apa yang gue alamin? Gue pikir, cuma gue yang ngalamin ini,”
(jadi yang kayak gini toh cinta-cintaan? mhuahahahhh..)
(kak evan lagi histeris uangnya di rampok)

Analogi yang aneh. Tapi terimalah. Jangan ngambek dulu woy. Hanya mengartikan something like that : Love is born at that moment when one person says to another: “What! You, too? Thought I was the only one.

Kebanyakan orang berpikir perasaan cinta diungkapkan lewat kado, tuker-tuker coklat, tulis-tulis puisi, menunggangi kuda putih berdua, berpelukan kayak teletubies, loncat-loncatan biar kesan kodoknya kerasa, bunuh-bunuh orang kayak Esther di film Orphan…… widihihihihhh sadis.

(menurut Esther, cinta = membuat seseorang mati. serem ah!!)

Cinta sesungguhnya bukan dilakukan dengan tindakan seperti itu: Ya, cinta tidak hanya disimbolkan dengan memberi sebatang coklat, bunga, dsb.

Aku setuju sama Bang Dika :
Kenapa menyatakan cinta harus pake bunga? Pacar gue termasuk orang yang gak suka dikasih bunga. Gue juga gak suka ngasih orang bunga. Menurut gue ngasih duren lebih romantis daripada ngasih bunga, paling enggak duren bisa dimakan berduaan, suap-suapan… Dan gue juga suka duren, jadi dobel: kenyang, doyan, dan romantis. Bunga enggak bisa dimakan berduaan, kecuali kalo lo mau pacaran sambil manggil jin.

Ahh, itu sih tergantung seseorang menanggapi cinta seperti apa. Kalo aku, ya, dengan update status aja udah cukup :
(jepretan sebelum ada yang ngoment)
(di twitter juga, ah.. dengan segenap ketulusan hati)
Atau bertindak iseng seperti ini :
(yang nge-like sama-sama gila level 7)

Well, semuanya aku lakuin atas dasar cinta *HOEKK. Maksudnya cinta dalam artian sesungguhnya yang kamu tahu apa artinya. Hehehehe. Geje banget!
Aku mencintai Bang Dika (novelnya sebenernya) meskipun dia udah punya pacar. Mhuahhahah.. Sherina, teganya kamu merebut dia dariku! (so’ beraninya mulai kumat)

Karena aku nulis diblognya Alyssa Soebandono Lovers… lebih baik lebih aman aku tulis tentang cinta untuk mereka deh. Aku mencintai ASL. Berarti sama saja dengan pecinta orang-orang yang mencintai Alyssa Soebandono. Hahahahahhh. Maybe.

I LOVE ASL adalah kasih sayang dalam ruang lingkup persahabatan yang belum pernah kutemukan sebelumnya. Aku mencintai mereka. Aku mencintai tingkah-tingkah aneh mereka, karena mereka adalah sahabatku yang notabene make me crazy dan, yah, berharga. Daaaannn, aku nggak akan ngasih mereka bunga atau coklat ataupun rumah mewah. Kemahalan! Ehh..

Kalian tahu, teman-teman? Saat menulis ini aku teringat manakala aku jatuh ke comberan aku kehilangan semangatku. Mereka memberiku dukungan, meski lewat chat room. Mereka membuatku menemukan arti hidup. Riak-riak air mata mereka menetes kala aku bersedih. (ehh... kapan aku nangis sih?!!) Oh ya, ketika aku benar-benar ada di titik puncak kegalauan karena segala masalah yang kuhadapi tak kunjung kelar, mereka memberiku petuah untuk tetap tenang. Mereka memberiku do'a disaat aku mohon do'a. Mereka memberiku ampun disaat aku bersalah (especially Ratu yang baik hati). Mereka membuat tawa keceriaan melengkung manis di bibirku yang semula kaku. Dan ketika aku berada di tengah permainan puzzle yang sulit kuakhiri, mereka memberiku 1001 ide for be a winner.

Karena mereka-lah aku punya semangat untuk tetap menulis. Bahkan menulis sesuatu yang mungkin, tidak berarti untuk mereka.


Terimakasih, teman-teman! 

Regard,
Kichi Hazzuka

Artikel Terkait:

0 komentar:

Homepage Link