Your Ad Here

Minggu, 27 Juni 2010

Cerita Cinta Lagi?

Mungkin banyak dari kalian mengira aku sedang menulis suatu karya tentang kehidupan seorang artis bernama Alyssa Soebandono.
Secara detail aku gatau kehidupan dia gimana. Hanya saja aku tertarik dengan pelataran di Melbourne, dengan penokohan yang Kak Icha banget, dan dimasa-lalukan dengan kehidupan sendiri. Ngerti nggak? Nggak ngerti aku juga. Haaahaahaha.

Baiklah, aku kutip dulu sebagian isinya. Tolong kasih kritik dan perbaikan, kali aja bahasa Inggrisnya salah. Hehe. :) :) Saya kan nggak pernah ke airport.


        Tubuh pesawat Garuda Indonesia mendarat di Tullamarine Airport, salah satu bandara internasional Australia. Mesinnya menguarkan gemuruh yang rasanya tidak aneh kalau orang berada di situ. Setelah melanjutkan ke pengambilan Paspor dan Incoming Passenger Card, penumpang-penumpang yang membawa kopor kini menyesaki Exiting Point, lengkap dengan syal dan baju hangat mereka.
         Di ruang tunggu bandara, seorang bapak setengah botak menudingkan telunjuk ke arah pemuda kurus tinggi dibaluti mantel beludru—sehingga tampak gemuk—yang menyembul di antara segelintir penumpang.
“Oh my goodness, he’s my son there is!” katanya takzim. Ibu yang berada di sampingnya seketika melambaikan tangan.
“Kyne!”
“Daddy, Mommy!” seru Kyne sambil melangkah lebar. Meninggalkan seseorang berjaket black featherweight yang dari telinganya menjuntai headphone.
“Why are you working for a long time, huh?” Kepala besar anaknya berhasil didongakkan tanpa peduli ada yang tertawa. Setengah menangis ia pun berkata, “You know that I miss you everytime?”
“Flights have been fully booked, so I must to contact the Travel Agen to reserve a plane. That’s why I just got here today. However—”
“I can’t stop worrying about you, let’s me embracing you!”
“Oh, Mom.”
“W-wait!” Perempuan itu melepaskan rangkulannya, menatap pria yang melangkah santai di balik punggung Kyne dengan tatapan menyelidik. “Who’s he?”
“This is my clumsy friend. Amarshad Arka, an artist from Indonesia.”
        Dikenalkan begitu, Arka yang sudah melepas headphone menjadi semakin kikuk. Ia melotot ke arah Kyne. Dijabatnya dengan canggung tangan kedua orang tua yang tampak bersemangat itu. Lantas pura-pura memperbaiki letak jam tangannya.
        Arka menolak ajakan Kyne—laki-laki yang berprofesi sebagai fotografer dan baru ditemuinya di pesawat tadi—untuk ikut menikmati Cappucino Strip bersama keluarga tersahihnya. Bukan tidak mungkin kalau ada yang menjemputnya sekarang. Hanya saja Arka terlalu cemburu melihat siapapun akur.
        Dan, kedatangannya ke sini hanyalah untuk mencari seseorang yang terbang jauh—dengan dalih akan melanjutkan kuliah—beberapa waktu lalu. Kalau sempat pun ia enggan menemui ayahnya yang tinggal di Canberra. Ia hanya ingin menemui pujaan hatinya.
         Saat duduk di belakang kemudi sebuah taxi, Arka memijit kening dekat telinga kanannya. Jetlag. Ia sampai harus menahan mual. Sebelumnya ia juga pernah ke Australia. Bersepeda bersama Tante Heya mengelilingi the Sydney Harbour Bridge. Tapi nyatanya berkeliling tidak membuatnya semual ini.
         Arka menyandarkan dirinya serileks mungkin, lalu menerawang kaca jendela. Alih-alih benda segenggaman tangan dirogohnya dari saku celana. Sepanjang perjalanan, dialled call ditekannya. Sudah berkali-kali—bahkan sebelum sampai ke Australia—ia me-recall nomor itu. Tak ada jawaban. Hanya ada lagu yang belakangan ini dikenalnya. Dan dari lagu ini Arka tahu dia telah lama menahan sakit. Sudah berkali-kali Arka miris mendengar Ring Back Tone favorit kekasihnya : Cerita Cinta Kita-Alyssa Soebandono.

bukannya aku tak cinta
ku hanya tahu ini keliru
bukannya aku tak mau
sungguh mati aku suka kamu
setengah gila aku menahan rasa
yang ada di dalam dada

jangan kau paksa diriku
untuk melanggar janji cintaku
ku ingin sungguh ku mau
tapi ku hanya tak bisa denganmu
aku sendiri tapi kau bersamanya
kita tak  mungkin berdua

biarlah cerita cinta kita
bersemi di dalam hati ini saja
semoga kau bahagia
aku juga pasti kan bahagia
biarlah cerita kita
menjadi bunga mimpi-mimpi semata
semoga kau bahagia
ku berdoa untukmu selamanya
∞∞∞

Artikel Terkait:

0 komentar:

Homepage Link